Class

Selasa, 15 Maret 2016

Per-Vlan Spanning Tree (PVST) & Per-Vlan Rapid Spanning Tree (PVRST).



         Dalam artikel ini mencoba membahas mengenai PVST dan PVRST dari berbagai sumber yang telah di rangkum disini.
Per-Vlan Spanning Tree atau PVST merupakan cisco proprietary dimana protocol ini akan memungkinkan untuk menggunakan Spanning Tree Protocol pada per Virtual LAN atau VLAN.
Sebelum membahas lebih lanjut, kita ulas sedikit mengenai Spanning Tree Protocol (STP) yang pada dasarnya digunakan pada Per-Vlan Spanning Tree(PVST).

       Spanning Tree Protokol (STP) adalah layer 2 link manajemen protokol yang menyediakan patch(jalur)  untuk mencegah loop dalam suatu jaringan, sehingga jaringan menjadi stabil. Dalam penerapannya STP menggunakan algoritma Spanning-Tree untuk memilih satu Switch dari jaringan yang terhubung secara reduran sebagai root dari Spanning-Tree. Algoritma menghitung loop-free patch terbaik melalui jaringan switch layer 2 yang diaktifkan dengan menetapkan peran untuk setiap portnya. Berikut contoh port STP berdasarkan perannya ;
·         Root – sebuah port forwarding terpilih untuk topologi Spanning-Tree.
·         Designated – sebuah port forwarding dipilih untuk setiap segmen switch LAN.
·         Alternate – sebuah port diblokir memberikan patch alternatif untuk root bridge Spanning-Tree.
·         Backup – sebuah port diblokir dalam konfigurasi loopback.
         Pada umumnya terdapat dua jenis PVST ialah Per-Vlan Spanning Tree Plus (PVST +) dan Per-Vlan Rapid Spanning Tree (PVRST).

        Dalam Per-Vlan Spanning Tree Plus (PSTV +) protokol yang digunakan berdasarkan standar IEEE 802.1D dan Cisco proprietary extension. Per-VLAN rentang protokol pohon plus (PVST +) adalah Cisco protokol khusus yang memperluas pada Spanning Tree Protocol (STP) dengan memungkinkan pohon rentang terpisah untuk setiap VLAN. Cisco pertama kali dikembangkan protokol ini sebagai PVST, yang bekerja dengan Cisco protokol ISL trunking, dan kemudian dikembangkan PVST + yang memanfaatkan protokol 802.1Q trunking.

         Dengan menciptakan pohon rentang terpisah untuk setiap VLAN, lalu lintas data dari VLAN yang berbeda dapat mengambil jalan yang berbeda di seluruh jaringan, sebagai lawan semua beralih lalu lintas mengambil jalan yang sama. Hal ini dapat secara efektif menciptakan situasi load balancing dan meningkatkan efisiensi jaringan. Secara default switch Cisco di Packet Tracer tampaknya menggunakan PVST + sebagai implementasi standar Protokol Spanning-tree. 
Ø  IOS Commands
Mengaktifkan PVST protocol:
Switch(config)#spanning-tree mode pvst

      Rig akar jembatan pemilu dan memaksa beralih menjadi jembatan akar atau jembatan akar backup dengan menetapkan secara manual jumlah prioritas jembatan untuk angka yang lebih rendah dari angka default 32768.
Switch(config)#spanning-tree vlan <num> priority <num>
     Rig akar jembatan pemilu dan memaksa beralih menjadi jembatan akar atau jembatan akar cadangan dengan secara otomatis menggunakan primer root atau akar penunjukan sekunder. Perintah ini hanya perubahan jumlah prioritas jembatan untuk nomor yang telah ditentukan lebih rendah dari default.
Switch(config)#spanning-tree vlan <num> root primary
Switch(config)#spanning-tree vlan <num> root secondary

          Sedangkan dalam Per-Vlan Rapid Spanning-Tree (PVRST) protokol yang digunakan berdasarkan standar IEEE 802.1W. PVRST  menggunkan type 2, BPDU versi 2. Yang asli 802.1D STP menggunakan tipe 0, BPDU versi 0. Bagaimanapun, switch yang menjalankan PVRST dapat berkomunikasi dengan switch yang menjalankan 802.1D STP yang asli. PVRST mengirimkan BPDU dan mengisi byte bendera dengan cara yang sedikit berbeda dari 802.1D STP yang asli yaitu :
      - Informasi protocol dapat secara tiba-tiba aged pada port jika paket hello tidak menerima tiga kali helo secara berutan, enam detik secara default, atau jika maksimal agednya sudah kadaluarsa.
       - Karena BPDU digunakan sebapai mekanisme tetap hidup, tiga kali melewati BPDU secara berurutan menyebabkan kehilangan sambungan antara jembatan dan akar tetangganya atau jembatan yang sudah di disain. Percepatan informasi aging membuat sulit dideteksi dengan cepat.

Catatan: seperti STP, PVRST switch mengirim  BPDU dengan informasi terbarunya pada setiap periode hello(dua detik, secara default), bahkan jika jembatan PVRST tidak menerima BPDU dari root bridge.

Port Roles and Port States dalam PVRST :
· Root Port - Port yang terdekat dengan jembatan akar. Ia pergi langsung ke negara forwarding.
· Designated Port - Hanya satu port yang ditunjuk diperbolehkan per segmen jaringan (switch-to-switch link), ini dapat menjadi port alternatif dan port yang ditunjuk, atau port root dan port yang ditunjuk. Ketika ada dua port yang ditunjuk di segmen yang sama usulan dan kesepakatan proses akan menghasilkan salah satu dari mereka menjadi alternatif (discarding) port. Dengan cara ini port yang ditunjuk membuat sebagian penggunaan proses usulan dan kesepakatan. Sebuah port yang ditunjuk pada akhirnya akan menjadi port forwarding meskipun sementara dapat transisi ke mendengarkan pada (discarding) negara selama proses usulan dan kesepakatan.
· Alternate Port - Tersedia untuk transisi ke ditunjuk dan forwarding jika diperlukan, jika tidak membuang pemblokiran (blocking).
· Backup Port - Digunakan dengan switch-to-port switch redundant link. Apakah di negara Mengabaikan.

Port States

STP                            RSTP(pvrst)
Blocking      ------------     Discarding
Listening     ------------     Discarding
Learning      -----------       Learning
Forwarding  ------------     Forwarding

Ø  IOS Perintah
Aktifkan Rapid-PVST + protokol:
Switch(config) # spanning-tree mode rapid-PVST
Mengkonfigurasi port switch non-edge baik jenis point-to-point atau link bersama:
Switch (config) # int Gi0 / 1
Switch (config-if) # spanning-tree link-type point-to-point
Switch (config-if) # spanning-tree link-type shared
Jelas protokol STP sebelumnya:
Switch (config) #clear spanning-tree detected-protocols

Mengubah pemilihan jembatan akar dan memaksa beralih menjadi jembatan akar atau jembatan akar backup dengan menetapkan secara manual jumlah prioritas jembatan untuk angka yang lebih rendah dari angka default 32768:
Switch (config) # spanning-tree vlan <num> priority <num>
Rig akar jembatan pemilu dan memaksa beralih menjadi jembatan akar atau jembatan akar cadangan dengan secara otomatis menggunakan primer root atau akar penunjukan sekunder. Perintah ini hanya perubahan jumlah prioritas jembatan untuk nomor yang telah ditentukan lebih rendah dari default:
Switch (config) vlan # spanning-tree <num> root primary
Switch (config) vlan # spanning-tree <num> root secondary
    
    Sekian pembahasan mengenai PVST & PVRST, semoga dapat membantu proses pembelajaran dalam CCNA 3.


References :
https://1m4n54.wordpress.com 
http://reni761993.blogspot.co.id
 

Senin, 14 Maret 2016

Menggenggam tanpa Memiliki

Gemercik deru air, alunan lembut angin menggoyahkan barisan pepohonan serta kesejukan sang alam yang mengiringi kebersamaan kita. Kita bertenduh di bawah rindangnya pohon dengan kesunyian alam yang membuatku seakan ingin terlelap di bahumu. Kabutpun perlahan semakin turun, Dinginnya semakin terasa namun tak memecah kebersamaan kita, sedikit candaan kecil yang menghangatkan suasana. Di tempat itu kita melakangkah, memulai cerita yang sesungguhnya membuat nyata sebuah harapan yang tersisa dalam kenangan.
Terdiam aku dalam rangkaian kisahmu, tersenyum seketika kau menoleh dan tersenyum menatapku. Kau duduk disampingku tanpa ragu, ku terdiam membisu seakan tak percaya alam menyatukan kita ditempat ini. Berjalan mengikuti setapak jalan berbatu, ku terkejut kala kau mengulurkan tanganmu untuk menggenggamku mengiringi langkahku dalam ayunan  tanganmu. Kita terus berjalan menuruni  anak tangga langkah demi langkah sampai kita sampai di mata air kehidupan.
Seketika tersadari bahwa Allah tlah mengatur semuanya, keindahan, kesejukan, kebahagiaan semua yang kita ingin kita tuju memiliki proses. Akan ada jalan yang menuntun kita, sekalipun terjal, jauh, dalam, kita lewati langkah demi langkah, tahap demi tahap, sampai dimana kita sampai pada tujuan kita. Begitupun dengan mimpiku yang tlah jauh aku simpan, aku melewati proses itu sekalipun aku tak pernah tau di titik akan berhenti. Di titik inilah kau menuntunku membuka kisah baru, kau mulai mengisi hari-hariku, mencoba memahami hidupku yang dulu tak pernah kau lihat.
Semenjak kehadiranmu yang mengembalikan semua harapan ku, aku merasa mendapatkan hidupku kembali tanpa aku tau apa yang tlah hilang. Sejuta mimpi yang pernah ku tinggal mati, perlahan kepingan mimpi itu kembali ku rangkai lagi dengan angan dan asa yang baru. Seiring waktu bergulir pelahan aku menemukan apa yang tak pernah aku cari. Aku menemukan kebenaran atas ragamu. Raga yang pernah aku lihat namun tidak dengan jiwanya. Aku percaya bahwa waktu menuntun mu kembali untuk menggenggamku dan membawaku kedalam mimpi besarku. Sekalipun aku tau, kamu tidak pernah menyadari takdir yang membawamu berdiri disini.
Kita terhanyut dalam alunan rasa, kenyamanan baru yang kau bawa membuatku terjatuh dalam pelukkanmu. Perhatian kecil yang kau sampaikan lewat patahan kata singkat tanpa mengurangi arti dari sayangmu.
Canda tawa yang kau lukis di hari-hariku, membawa pelangi  baru dalam langit hatiku. Sapaan hangatmu membuka hariku memberi semangat baru dalam menjalani hidup. Salam termanismu yang senantiasa menutup hariku melelapkanku dalam menata mimpiku. Kebebasan yang kau berikan membuatku tegak berdiri di titik ini dan tak ingin beranjak dari ruang yang membawaku berjalan bersamamu disini. Keteguhanmu yang meyakinkan ku bahwa aku tlah sampai pada batas mimpi yang aku nantikan. Rangkulanmu yang menghangatkan ku kala aku terjebak dalam dinginnya alam. Genggamanmu yang membangunkan ku kala aku terjatuh dalam terjalnya jalan kehidupan. Keyakinanmu yang menuntunku kala aku tersesat dalam khilafku.
Waktu terus berganti, bulanpun berganti tanpa aku sadari aku tlah berjalan cukup lama. Empat bulan berlalu aku melewati waktu dengan mimpiku namun kenyataannya aku tak pernah beranjak dari tempat itu. Aku masih disini dengan sudut pandangku yang tak berubah terhadapmu.
Aku menikmati detik waktu yang kau luangkan untukku, sekalipun aku tak dapat menyentuh ragamu.Terbangun aku dalam lelapku, tersenyum dalam diamku, menyadari keindahan itu masih belum nyata. Kala rindu itu hadir, terlintas bayangmu dalam benakku, ingin tuk sekedar bertemu melepas rindu namun jarak membatasi itu. Ketika aku harus memendam rinduku, menyimpan keluh kesahku, kala kau disana dengan sejuta aktivitasmu yang tak aku taui, tersadar aku tak memiliki hak atas waktumu.
Saat ini, aku telah menggenggam hatimu juga mimpimu, namun aku sadari aku belum benar-benar memilikimu. Kita berjalan diatas alur sang penyair, Kita berlari tanpa ikatan, kita merangkai mimpi seindah pelangi, namun kita masih terjebak dalam ruang gelap tanpa cahaya. Aku tau kapanpun itu, waktu dapat terhenti seketika dan merubah apapun yang tlah berhasil kita bangun. Dan hasil akhirnya hanya akan berujung pada dua hal, terus berlari sampai ke  garis finish atau berjalan mundur dan berhenti dititik nol. Saat itu pula aku menyadari semua yang tlah aku genggam saat ini, kenyataannya tak pernah aku miliki. Bahwa nyatanya mimpi itu tak pernah benar-benar terjadi.
Terus bertahan dalam kisah tanpa ikatan tidaklah mudah, namun semua keindahan yang tlah kau berikan melebihi apapun yang aku impikan, semua hal yang kita lewati bersama terlalu nyata sekalipun kenyataannya aku masih bukan siapa-siapa bagimu.
Keyakinan ku akan roda kehidupan yang terus berputar, menguatkan ku untuk menikmati apa yang tlah aku genggam saat ini. Walau aku tau seketika roda itu dapat terhenti dan aku harus melepaskan genggamanku. Kita berjalan dengan merangkai mimpi dibalik jalan tak berarah, kita masih berputar di satu titik tanpa tau kemana akan pergi.
Sampai akhirnya Waktu yang menyadarkan ku bahwa aku tidak pernah benar-benar sampai pada batas mimpiku, mimpi yang membawaku tersesat dalam kilauan cahaya . Dan, kenyataannya aku tidak tergenggam dengan mimpiku.

January, 2016